elbaittv.com- Sehubungan dengan masih banyaknya orang yang menjadi korban trafficking di kabupaten sukabumi melalui surat keputusan bupati nomor 465/KEP.560-DINSOS tahun 2015 tentang gugus tugas pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang atau TPPO yang telah direvisi dalam surat keputusan bupati sukabumi dengan nomor, 050/KEP.810 DP3A/2020 dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak atau DP3A kabupaten sukabumi gelar rapat evaluasi rencana aksi daerah atau RAD tindak pidana perdagangan orang atau TPPO tingkat Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan tersebut digelar di aula kantor DP3A kabupaten sukabumi, yang dibuka langsung oleh kepala DP3A kabupaten sukabumi, Hj. Aisah didampingi kepala bidang peningkatan kualitas hidup,perlindungan dan pemberdayaan hak perempuan atau PKHPPHP DP3A kabupaten sukabumi, Ela karmila, kepala seksi perlindungan pemberdayaan hak perempuan, Ade rusyati, dan ketua P2tp2a, Hj. Yani marwan.

Diikuti oleh beberapa unsur yang tergabung dalam gugus tugas penanganan TPPO Kabupaten Sukabumi.

Adapun sub-sub bidang yang tergabung dalam gugus tugas TPPO ini diantaranya, bidang pencegahan, rehabilitasi kesehatan, rehabilitasi sosial, pemulangan dan reintegrasi, penegakan hukum, serta bidang kerjasaama dan koordinasi.

Dengan adanya rapat evaluasi tersebut bertujuan untuk mempermudah berkoordinasi dan secara tersusun agar jelas siapa berbuat apanya bagi semua unsur yang tergabung dalam gugus tugas penanganan kasus TPPO.

Kepala DP3A menjelaskan bahwa RAD yang telah dibuat pada hari ini kedepan bisa menjadi acuan mulai dari tahun 2020 sampai 2024 dan diharapkan kasus terjadinya TPPO di kabupaten sukabumi dapat dicegah serta diminimalisir.

 

REPORTER : Lison Anggara Putra

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan