KABUPATEN SUKABUMI RAWAN TUBERKULOSIS, INI PENYEBABNYA.

0

elbaittv.com – Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC Tahun 2030 yang dicanangkan presiden Joko Widodo, seyogyanya membuat seluruh daerah di Indonesia, mengkonsentrasikan diri untuk menyatakan perang terhadap Tuberkulosis di wilayahnya masing-masing, termasuk di kab.Sukabumi.

Sayang sekali pada kenyataannya di kabupaten Sukabumi masih banyak kendala yang dihadapi sehingga kasus TB terhitung tinggi walaupun belum bisa terdeteksi secara menyeluruh.

Masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang Penyakit Tuberkulosis atau TB, nampaknya masih menjadi permasalahan utama pemicu tingginya Angka kasus TB Di Kabupaten Sukabumi.
Saat ini, Kab.Sukabumi menduduki posisi ke-5 tertinggi TB di Jawa Barat, dimana Jawa Barat sendiri merupakan provinsi penyumbang terbanyak angka Tuberkulosis atau TB di Indonesia.

Kepala PKM Cibolang Kec.Gunung Guruh Kab.Sukabumi, H. Nasihin, S.K.M mengemukakan, bahwa kendala utama diwilayah kerjanya dalam penanganan TB adalah pada diri pasiennya sendiri, contohnya tidak sedikit
Pasien atau klien yang drop out minum obat dengan alasan bosan, tidak nyaman dengan efek samping obat, merasa sudah sembuh, dll. Sementara dari sisi lembaga layanan, Nasihin mengungkapkan bahwa petugas PKM Sebagai garda terdepan, sudah siap dan terlatih untuk melayani klien Tuberkulosis.

Seorang warga dari keluarga penyintas Nani Maryani, menceritakan pengalamannya bahwa kunci utama dari penyembuhan Penyakit Tuberkulosis atau TB adalah kesadaran pasien untuk minum obat secara konsisten, didampingi Pengawas Minum Obat atau PMO dari pihak keluarga.

Awareness tersebut tentu saja akan tumbuh bila seseorang memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya penyakit Tuberkulosis atau TB, sehingga diperlukan kampanye dan publikasi secara masiv terkait hal ini.

Sumber: Elbait News

Artikulli paraprakKETUM IWO : WARTAWAN WAJIB JALANKAN TUPOKSI SESUAI UNDANG-UNDANG NO. 40/1999 TENTANG PERS
Artikulli tjetërPLAT NOMOR HITAM KENDARAAN AKAN DIGANTI PLAT NOMOR PUTIH MULAI BULAN JUNI INI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini