PENYAKIT TB MEREBAK, INI UPAYA YANG DILAKUKAN KEPALA PKM CIPARI KEC.CICURUG SUKABUMI

0

elbaittv.com – TUBERKULOSIS (TB) merupakan penyakit infeksi yang mudah menyebar bahkan lewat tetesan kecil sekalipun, seperti batuk dan bersin.
Penyakit ini menyerang alat pernapasan manusia yaitu paru-paru sehingga jika tidak diantisipasi bisa fatal akibatnya, hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Puskesmas Cipari Kecamatan Cicurug dr.Bagus Jatiswara.

“Data diwilayah kami tahun 2021 mengenai Tuberkulosis (TB), sudah mencapai tujuh puluh orang atau tujuh puluh kasus, diantaranya enam puluh tiga dinyatakan sembuh dan tiga orang meninggal dunia. Dua orang masih dalam menjalani pengobatan”, paparnya.

Diungkapkan lebih lanjut bahwa dari tahun 2022 dari periode Januari sampai dengan bulan Juni sekarang, ada tercatat limah puluh yang akan dilakukan screening atau deteksi dan terkonfirmasi positif ada dua puluh empat orang yang saat ini masih menjalani pengobatan di Puskesmas Cicurug.

“Untuk penanggulangan kasus Tuberkulosis (TB), kita harus mengetahui dahulu bahwa mikro bakterium tuberkulosis itu adalah penyebab dari penyakit tuberkulosis ini. Tuberkulosis adalah bakteri tahan asam disebut juga bakteri aerob yang suka terhadap oksigen, bakteri ini hidup butuh oksigen kalau bakteri ini hidup di paru dia akan berada di puncak paru yang memang mengandung banyak oksigen”, Jelas nya.

“Penularan dari bakteri ini masuk dari saluran nafas yang berawal dari percikan dahak atau droplet dari penderita TB, jika droplet itu terhirup oleh orang lain, maka kuman TB itu akan menginfeksi orang yang menghirup droplet nya”. Kata Dr.Bagus Jatiswara

Maka tak heran jika sebaran Penyakit Tuberkulosis atau yang biasa dikenal dengan TB Paru ini bisa begitu cepat dan memakan banyak korban, ditempat terpisah Ketua P2P Dinas Kesehatan Kab.Sukabumi, dr.Elis Sopiani menyebutkan bahwa saat ini Kab.sukabumi menduduki posisi ke 5, terbanyak TB di Jawa Barat.
Untuk itu diperlukan upaya serius dari pemerintah dan masyarakat untuk menanggulangi penyebaran penyakit Tuberkulosis (TB) yang lebih banyak lagi.

UPAYA PENANGGULAGAN

Ada beberapa langkah yang diambil kepala Puskesmas Cicurug untuk menanggulangi merebaknya kasus Tuberkulosis (TB) di wilayah kerjanya,

1. Penemuan kasus

Upaya penemuan kasus dilakukan cara melakukan wawancara terhadap orang-orang yang dicurigai penderita TB maupun pasien yang mengalami penyakit tertentu yang menyebabkan penurunan sistem imun.

Kita ketahui sistem apabila terjadi penurunan sistem imun, yang menyebabkan fungsi imun nya turun , bakteri akan mudah masuk dan menyebabkan infeksi pada orang tersebut.

Selain itu dilakukan pula wawancara atau investigasi kontak erat atau penemuan kontak erat.
Kontak yang disebut disini adalah orang-orang yang dekat dengan jarak radius dengan pasien atau penderita TB, baik dirumah maupun dilingkungan sekitar.

Apabila kondisinya berjarak dekat dengan waktu paparan yang cukup kurang lebih enam sampe delapan jam, itu bisa sangat memungkinkan untuk tertular penyakit tuberkulosis ini.
Itu yang ditemukan dalam penemuan kasus.

Setelah itu apabila diperlukan maka dilakukan pemeriksaan dahak, sebagai multi standarnya, apabila tidak ada dahak nya dan mengalami batuk atau tidak bisa diperiksa dahak nya, kita melakukan rontgen torak atau foto torak dan dilakukan pemeriksaan radiologi untuk mengetahui bahwa disitu ada gambaran penyakit tuberkulosis atau tidak.

2. Pengobatan

“Apabila ditemukan pasien terkonfirmasi positif maka dilakukan perencanaan pengobatan jangka panjang dengan waktu paling pendek minimal tiga bulan, selain diberikan obat juga harus diberikan edukasi dan sebaiknya ada orang yang ditugaskan sebagai pengawas minum obat (PMO) yang bisa dilakukan oleh pihak keluarga untuk memastikan si pasien benar meminum obat setiap hari”, ucap dr.Bagus

Pasien tuberkulosis ini bisa sembuh apabila dia melakukan pengobatan rutin tanpa terputus. Diupayakan si pasien harus patuh meminum obat, tidak terputus sehingga si pasien bisa melakukan pengobatan nya secara singkat, tegas nya.

dr.Bagus juga menyampaikan “Apabila di instansi kami tidak dapat dilakukan pengobatan, maka kami akan melakukan rujukan ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi”.

“Apabila si pasien kondisinya kurang baik atau dicurigai sudah mengarah (MDRTB) tentu pengobatan nya akan dirujuk ke rumah sakit. Dan apabila di rumah sakit kondisi nya cukup baik, dan bisa dilakukan pengobatan lagi di puskesmas maka akan diberikan rujukan balik”, tandas nya.

3. Melakukan pencegahan penularan.

Setiap orang yang sehat tentu akan lebih kuat atau memiliki kesempatan yang lebih besar untuk terhindar dari infeksi. Maka semua orang harus mempunyai keinginan untuk hidup sehat, dengan melakukan olah raga teratur, menjaga asupan nutrisi, menghindari asap rokok, memakai masker bila berada didekat pasien atau ditempat umum yang tertutup.
Pada anak kecil atau bayi yang baru lahir dilakukan pencegahan melalui imunisasi BCG yang dilakukan pada usia satu bulan atau tiga puluh hari. Imunisasi BCG ini adalah untuk ketahanan tubuh si bayi agar terhindar dari bakterium tuberkulosis.

KENDALA PENANGANAN KASUS TUBERKULOSIS (TBC)

1. Stigma

Ada sebagian kalangan masyarakat yang masih menganggap TB paru ini adalah hal yang sangat ditakuti sehingga ketika ada seorang penderita TB biasanya dikucilkan, dijauhi dari pergaulan karena dianggap sangat menular. Sehingga dapat menghambat penemuan kasus tuberkulosis atau TB.
“Si pasien juga tidak mau memeriksakan diri dan juga tidak akan mau melaksanakan pengobatan, Karna dikhawatirkan akan diketahui lingkungan sekitar sehingga dikucilkan, dan hal seperti itu masih ada walaupun tidak sering” ungkap dr. Bagus

2. Drop Out

Hambatan dalam pengobatan biasanya pengobatan yang seharusnya minimal enam bulan, pada rentang waktu satu bulan berat badan sudah naik mulai terasa enak, mulai terasa segar, paien berhenti berobat.hal ini yang sering terjadi sehingga ada beberapa kasus yang drop out atau penghentian pengobatan. Hal ini berpotensi menyebabkan terjadinya resistansi atau obat TB itu tidak mempan.
“Untuk itu jaga kesehatan dan kebersihan Karena bakteri tuberkulosis ini bisa terkena pada siapapun”, tutupnya.

Editor (RJ)

Artikulli paraprak1300 TENAGA KERJA MANDIRI ( TKM ), SEMANGAT IKUTI BIMTEK DI JAKARTA
Artikulli tjetërBPJS KESEHATAN HAPUS KELAS 1, 2 DAN 3. BAGAIMANA DENGAN IURANNYA?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini